Twitter

Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan


Oleh : Yai Abdullah Afif


بسم الله الرحمن الرحيم

AMALIYAH REBO WEKASAN

Muqaddimah

Syeikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds ( wafat tahun 1363 H) berkata dalam Kitab Kanzunnajah Wassuruur Fil Ad’iyah Allatii Tasyrahushshuduur halaman 20 s/d 24 dan 42 s/d 46

.....فَاعْمَلْ يـَا أَخِيْ بِـكُلِّ مَا فِيْ هَذَا الْكِتَابِ [كَنْزِ النَّجَاحِ وَالسُّرُوْرِ، مِنَ الْأَدْعِيَةِ الَّتِيْ تَشْرَحُ الصُّدُوْرَ] فَإِنَّهَا كَثِيْرَةُ الْفَوَائِدِ

………..
maka amalkanlah, wahai saudaraku, doa-doa yang terdapat dalam kitab ini, Kanzunnajaah wassuruur minal ad’iyati allatii tasyrahushshuduur.
Karena doa-doa tersebut banyak faedahnya

وَاعْمَلْ بِهَذَا الْمَطْلَبِ، وإِنَّمَا الَّذِيْ يَضُرُّكَ لَوْ اِعْتَقَدْتَ مَعَ الْعَمَلِ بِهَا ثُبُوْتَ وُرُوْدِهَا عَنِ النَّبِيِّ الْأَفْخَمِ، لِئَلَّا تَنْسِبَ إلَيْهِ مَا لَمْ يَقُلْهُ صَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَتَدْخُلَ فِي الْحَدِيْثِ الْوَارِدِ عَنِ نَبِيِّنَا الْمُخْتَارِ؛ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Amalkanlah anjuran ini.
Adapun yang membahayakan anda adalah ketika anda meyakini terbukti datangnya doa-doa tersebut dari Nabi yang agung , agar anda tidak menisbatkan sesuatu yang tidak disabdakan oleh beliau shallallaahu Ta’ala ‘alaihi wasallam, maka anda masuk didalam hadits yang datang dari Nabi kita yang terpilih:
“Barang siapa berdusta atas saya dengan sengaja maka hendaklah dia menempatkan tempat duduknya di neraka”

فَاعْمَلْ بِهَا حِيْنَئِذٍ مُعْتَمِدًا عَلَى اللهِ، غَيْرَ مُلْتَفِتٍ إِلَى مَا سِوَاهُ،

Maka amalkanlah doa-doa tersebut,dengan bergantung kepada Allah, tanpa memperdulikan lain-Nya

لَا عَلَى أَنَّهَا مَرْوِيَّةٌ يَقِيْنًا عَنِ النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ، عَلَيْهِ أَفْضَلُ الصَّلَاةِ وَأَزْكَى التَّسْلِيْمِ،

Bukan meyakini doa-doa tersebut dari Nabi yang mulia –‘alaihi afdhalushshalaati wa azkattasliim-

اِقْتِدَاءً بِالسَّلَفِ الصَّالِحِ الَّذِيْنَ كَانُواْ يَفْعَلُوْنَهَا، وَيَحُضُّوْنَ عَلَيْهَا، تَبَرُّكًا بِعَمَلِهِمْ النَّاجِحِ،

Karena mengikuti salaf shalih yang mana mereka mengamalkannnya dan menganjurkannya, karena tabarruk dengan amal mereka yang sukses

وَتَأَسِّيًا بِالسَّادَةِ الصُّوْفِيَّةِ،

Dan karena meneladani saadat ulama sufi

وَامْتِثَالًا لِقَوْلِ مَنْ أَوْصَى بِهَا، وَتَيَمُّنًا بِأَفْعَالِهِمْ اَلْمَرْضِيَّةِ،

Dan karena mematuhi ucapan ulama yang berpesan dengan doa-doa tersebut, karena ‘ngalap barokah’ dengan af’al mereka yang diridhai

نَفَعَنَا اللهُ تَعَالَى بِهِمْ أَجْمَعِيْنَ، وَوَفَّقَنَا وَإِيَّاكَ لِمَا يُحِبُّهُ وَيَرْضَاهُ آمِيْنَ.

Semoga Allah Ta’ala memberi manfaat kepada kami dengan mereka semuanya.
Dan semoga Allah menolong kami dan anda kepada apa yang dicinta-Nya dan diridhai-Nya.
Amin.

Bersambung, Insya Allah


LINK ASAL :


Amalan-Amalan Rabu Wekasan

RABU WEKASAN
Menurut orang-orang sepuh kuno, Rabu Wekasan adalah Rabu terakhir dibulan Safar. Dalam kitab Jawahir, seorang alwalid (ahli ma’rifat) mengatakan bahwa Allah menurunkan bermacam-macam coba/ balak/ penyakit. Ahli ma’rifat adalah orang yang mantap ma’rifat dalam sifat Mu’t akad 50 (Sifat Wajib Allah 20 , Muhal 20, Jaiz 1, dan Sifat wajib Rosul 4, Muhal Rosul 4, jaiz 1 sehingga total berjumlah 50).
Ahli ma’rifat adalah orang yang sudah tahu terlebih dahulu apa yang akan terjadi (diberi penglihatan barang gaib oleh Allah). Dan para ahli ma’rifat diberi petunjuk oleh Allah kalau pada malam rabu terakhir dibulan Safar, Allah menurunkan bermacam-macam coba/ balak/ penyakit.
Dari keterangan para ahli ma’rifat, maka para ulama’ mengajarkan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah, dengan banyak berdo’a, beristighfar, sholat sunnah, serta membaca sholawat pada malam rabu terakhir dibulan Safar. (Pengajian Jum’at Fajar, 5 Febuari 2010)
Beberapa amalan yang bisa dilakukan pada malam rabu wekasan (malam rabu terakhir dibulan safar):
1. Sholat Sunnah (Hajat, Mutlaq/Qiyamul lail) 4 atau 6 rakaat,
- 4 rakaat (2 salam) : Caranya, setelah fatekhah tiap rakaat membaca Al-Kautsar 17X, Al-ikhlas 5X, Al-Falaq 1X, dan An-Nas 1X
- 6 Rakaat (3 salam) : Caranya setelah fatekhah tiap rakaat membaca ayat kursi dan Al-ikhlas 1X.
2. Membaca Surat Yasin, pada ayat “Salamun Qoulan Min Rabbil Rahiim” dibaca sebanyak 313X kemudian baru dilanjutkan ayat setelahnya sampai selesai.
3. Meminum Air Salamun, dengan cara menulis ayat-ayat salamun yang terdapat dalam Al-qur’an di kertas kemudian dicelupkan dalam air dan diminum. (Pengajian Malam Selasa Krandon)
Yang terpenting niat kita dalam menjalani amalan-amalan tersebut adalahLillahi Ta’ala (bukan karena niat lain dan kita tidak terlalu ekstrim dalam menerima sesuatu/ kelancipen). Sebagaimana contoh yang disampaikan KH. Sya’roni Ahmadi “jangan terus melakukan sholat tolak balak, itu salah (kelancipen), sholatnya ya sholat sunnah (hajjat atau yang lain)”.
Demikian ijazah dari beberapa kyai, semoga dengan amalan-amalan tersebut kita bisa lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Amin.
Sumber:
1. KH. Sya’roni Ahmadi, pengajian jum’at fajar tanggal 5 Febuari 2010 di Masjid Menara Kudus
2. KH. Sya’dullah Rouyani, pengajian malam selasa warga Krandon Kudus

Catatan Annas: Amalan-Amalan Rabu Wekasan: RABU WEKASAN Menurut orang-orang sepuh kuno, Rabu Wekasan adalah Rabu terakhir dibulan Safar. Dalam kitab Jawahir, seorang alwalid (ah...